Sabtu, 05 Januari 2013

Toyota Grand New Corolla Altis 1.8G

Toyota dikenal sebagai produsen dengan pola pikir konservatif. Bukannya malas melakukan pengembangan, namun mereka sangat selektif dan berpikir parjang untuk mencantumkan teknologi baru dalam produk lansirannya Makanya teknologi transmisi otomatis Super ECT 4-speed menjadi andaIan selama bertahun-tahun, sedangkan rivalnya telah mengembangkan model lebih advanced. Dan tahun ini sepertinya dijadikan momentum bagi Toyota untuk memperkenalkan inovasi mereka. Tak mau setengah hati, transmisi konvensional berbasis roda gigi ditanggalkan dan diganti sabuk baja alias CVT dengan 7 rasio sabuk Dan Corolla AItis mendapat kehormatan menjadi Toyota regional Asia Tenggara pertama yang menggunakannya.

Penggunaan sabuk CVT memberikan kemudahan untuk memberikan alternatif perbandingan yang paIing sesuai. Inilah mengapa ratio gigi 2 sampai 6 tidak memiliki perbandingan tetap. Angkanya berubah sesuai kebutuhan dan diatur komputer mesin. Hanva 1 yang berada di 2,386 dan 7 pada 0,411. Sedangkan final gear pada 5.356   Teknologi yang diusung CVT Toyota terbilang canggih. Ia mampu merekam karakter mengemudi dan selanjutnya memberikan rasio sabuk terbaik sesuai input pengemudi. Rentang waktu perpindahan pun dapat diatur sesuai kebutuhan, Bisa cepat dan halus saat santai atau ditahan hingga redline saat full throttle.

Makanya Altis terbaru bisa memiliki dua karakter berkendara. Halus dan santai saat berkendara di kepadatan jalan, namun ia juga bisa berubah agesif ketika pedal gas diinjak habis. Upaya memanjakan pengemudi semakin diakomodir dengan pengembangan di sektor mesin. Corolla Altis 1.8G   telah mengikuti jejak Corolla 2.0 dengan menggunakan teknologi Dual WI-i. Teknologi ini mengatur waku buka dan tutup katup masuk dan buang sesuai beban kerja mesin. Paduan dua teknologi baru di atas menciptakan Corolla yang kian asyik saat dikemudikan. Kendati demikian, DNA Corolla bukanlah sebagai pemuja kecepatan sejati. Itulah mengapa akselerasi 0-100 km/jam masih kalah dari rivalnya.  Sama halnya dengan kenyamanan.

Adalah trademark Corolla untuk terus menyajikan kenyamanan berkendara terbaik bagi pengemudi dan penumpang belakang. Oleh sebab itu bantingan suspensi Corolla menjadi yang terbaik di sini. Imbas dari lembutnya suspensi, nilai Noise, Vibration dan Harsh Corolla layak diacungi jempol. Efek negatifrrya jelas pada pengendalian. Corolla Altis 1.8G  bukanlah sedan yang menyenangkan ketika diajak manuver ekstrem. Kelincahannya semakin berkurang dengan digunakannya power steering elektrik Karena ringan, komunikasi dengan ban agak sulit dilakukan saat olah kemudi agresif. Kenyamanan berkendara dijaga oleh tampilan kabin roomy. Meski bukan yang terlega, tapi memberikan rasa nyaman. Desain dalam nyaris tidak berubah dari Altis lama Namun penggantian panel instrumen lebih sporty cukup menggugah selera. yang menarik dari panel ini adalah disediakannya bar yang menunjukkan besar injakan pedal gas ala Toyota Prius.

 Efisiensi berkendara juga dijaga dengan menyaIanya logo ECO saat Anda mengemudi ekonomis. Tampilan luar juga nyaris tanpa ubahan. Terkesan konservatif. Kendati demikian tetap terlihat elegan dan berkelas. Berubah bentuknya sisi bawah profil lampu memberi kesan gagah. Sementara foglamp turut berubah bentuk dan mengingatkan pada prius.  Buritan nampak cantik dengan berubahnya lampu rem menjadi bening. Liskrom cantik diperpanjang hingga menyentuh Iampu dan memberi nuansa lebar. Sementara desain lampu kucing diubah dari bulat menjadi persegi. Toyota dikenal cukup royal dalam memberikan fitur. Sebut saja tombol Start/Stop Engine yang menjadi satu paket dengan smart entry. Sama halnya dengan kepraktisan dengan berlimpahnya ruang penyimpanan. Berpadu dengan pengembangan mesin, sanggupkah Corolla mengalahkan hegemoni Civic?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar