Kamis, 07 Februari 2013

Berapakah tekanan ban mobil agar awet dan aman?

Mungkin kita sering bertanya-tanya, berapa sih tekanan yang benar dan sesuai untuk mobil kita, ada juga yang berpendapat supaya awet, ban harus diberi tekanan >35, dan apakah tekanan ban depan harus berbeda dengan tekanan ban belakang?

Rata-rata tekanan pada ban mobil depan adalah 32-34 PSI dan pada ban mobil belakang 30-32  PSI. Tekanan ban bergantung pada cuaca, berat beban mobil, serta merk ban yang digunakan. Saat mobil kita mlaju dengan kecepatan >110 km / jam , akan terjadi peningkatan tekanan dikarenakan udara didalam ban memuai, maka berhati hatilah, hal ini akan membahayakan penumpang apabila ban meletus.

Pada dasarnya semua mobil mempunyai petunjuk manual tentang tekanan ban mobil, biasanya tertera/tertempel pada pintu sisi pengemudi, coba sobat liat, disana ada tekanan yang benar untuk ban kita, lalu bagaimana dengan tekanan >35 yang katanya bikin awet?
Ini adalah kasus khusus dimana mobil dengan banyak penumpang seperti Kijang Innova mempunyai beban muatan yang sangat berat, oleh karenanya juga dibutuhkan tekanan ban yang tinggi untuk menopangnya. apalagi pada saat menikung atau manuver, apabila ban kempes maka akan terjadi tekanan yang berlebihan pada dinding ban.

Tidak benar bahwa tekanan ban yang lebih tinggi justru mengawetkan ban, malah sebaliknya hal itu akan lebih cepat merusak dan membuat ban aus, karena viering akan cepat rusak.

Tekanan ban yang baik adalah tidak kekurangan atau tidak kelebihan. Apabila tekanannya kurang, ban akan cepat panas, dan akan mudah sekali merusak ban, terlebih lagi hal ini bisa memicu ledakan. Apabila ban tekanannya berlebih juga akan memicu ledakan, apabila panas menaikkan tekanan. Lebih benarnya, ban akan awet dan aman apabila mengikuti standar yang tertera pada pintu masing masing.

Bagaimana tekanan seharusnya untuk ban serep?
tekanan Ban serep tidak boleh melebihi ambang batas, dan ban serep diberikan tekanan sedikit lebih tinggi ketimbang ban yang dipakai. 



Artikel terkait :
Cara merawat cat mobil agar selalu tampak baru dan berkilau
Invicta S1, mobil sport berkualitas.

Sabtu, 19 Januari 2013

Mercedes Benz 300SL dan 500SL

Dalam kamus Mercedes-Benz, tipe SL bukanlah keturunan dari kelas S. Kelahiran kelas S terjadi pada 1949, dengan model 170S. Sementara SL lahir pada 1952 dan diproduksi massal pada 1954. Seri S singkatan dari Super. Sedangkan singkatan SL mengandung makna yang berbeda. SL berarti Sport Leicht atau mobil sport yang ringan. Jelas perbedaan nama ini juga akan mencirikan masing-masing kelas. Seperti .kita ketahui, kelas S lebih menonjolkan kemewahan dan kenyamanan .jadi bagian penting di mobil ini. Sedangkan untuk Mercedes Benz SL, sesuai dengan namanya, mencirikan jiwa sporti yang selalu mengidamkan tantangan dalam berkendara. Makanya baik disain maupun fasilitas yang tersedia sangat diperuntukkan bagi kemampuan bermanuver pada kecepatan tinggi.  

SAYAP CAMAR 

Cikal bakal kelahiran Mercedes Benz SL banyak diilhami dari arena balap. Seiring dengan perkembangan yang dialami maka tipe 300SL dibuat dan diproduksi massal. Perubahan disain yang dilakukan pada Mercedes Benz LS sangat drastis, sangat berbeda dari tipe-tipe yang sudah mereka buat. Bentuknya dinamis dan sporti menggantikan model lain yang masih berbentuk serba besar dan bulat. Anggaplah ini merupakan sebuah titik awal disain modern yang dilakukan MB. Sementara L yang bermakna ringan, diwakili dengan adanya bahan pembuat yang relatif ringan dari mobil yang pernah MB buat. Sekalipun ringan, kerangka mobil ini memiliki struktur sangat kaku yang dibutuhkan dalam mendukung stabilitas mobil. Mercedes Benz 300SL menggunakan mesin yang dipakai 3005 saat diuji dalam beberapa ajang balap seperti LeMans, Swiss, Nurburgring bahkan Mexico. Beberapa gelar direbut mobil ini. Perubahan dilakukan berdasarkan pengalaman di ajang balap. Mau tahu? Penggunaan teknologi injeksi langsung bahan bakar sudah diterapkan di SL ini. Dengan teknologi ini mesin 6 silinder berkapasitas 2.996cc mampu mengucurkan tenaga sebesar 215tk/5.800rpm. Kecepatan yang sanggup dilampaui dengan rasio gigi akhir 3,64 secepat 235km/jam. Kalau memakai gigi akhir 3,25 maka kecepatannya bisa mencapai 260km/jam. Sistem pengereman yang dipakai Mercedes Benz 300SL masih menggunakan sistem yang sama dengan 300S. Mengandalkan sistem tromol dengan bantuan booster. 

Dalam satu keluarga SL, ada beberapa tipe yang menjadikannya ber beda secara fisik. Ada tipe kupe, roadster dan pintu sayap camar. Sebenarnya tipe terakhir sama dengan tipe pertama, hanya saja arah bukaan pintunya dibuat berlainan. Selama 4 tahun, Mercedes Benz 300SL diproduksi sebanyak 1.400unit. Tipe sayap camar menjadi legendaris karena keunikan arah bukaan pintunya. Pada tahapan produksi selanlutnya terjadi beberapa perubahan yang terjadi dalam tubuh 300SL. Mobil bertambah berat karena pemakaian bahan kerangka yang berbeda. Era kedua, 300SL menggunakan kerangka turbular. Berat mobil jadi 1.330kg dari 1.295kg. Guna mengimbangi peningkatan bobot tersebut, maka dilakukan pula pembenahan pada sistem poros nok. Komponen kompetisi dipasangkan di mobil ini sehingga rasio kompresi naik jadi 9,5:1. Tenaganya mencapai 250tk/6.200rpm. SL versi pertama berasio kompresi sebesar 8,55:1. Guna mengimbangi kenaikan tenaga, di keempat roda SL sudah dipasangi rem cakram.  

MASA KINI 

Kelangsungan hidup SL masih berjalan sampai kini. Masa demi masa dilewati dan perkembangan teknologi begitu pesat. lnilah yang membedakan antara SL di masa gull wing dengan SL masa kini. Tapi bila mewakili tiap generasi yang ada, maka SL tetap menggunakan teknologi yang tercanggih pada masanya. Namun demikian, cikal bakal disain 300SL sedikit banyak masih tertanam di SL yang ada sekarang. Jiwa Mercedes Benz 300SL yang penuh dengan passion, excitement, dan enjoyment masih melekat. Misal disain lampu. Walau berbeda, tetap saja pola lampu bulat masih digunakan, dan disainnya dibuat lebih dinamis. Coefficient of drag SL 500 mencapai 0,29. lni mengindikasikan, bahwa mobil sport sebisa mungkin menghilangkan hambatan angin yang mungkin terjadi. Selain itu, disain lain yang jadi perbedaan teknologi antara yang baru dan lama adalah penggunaan atap yang bisa dibuka (konvertibel). 

Dengan teknologi yang diterapkan, atap dapat terbuka dalam 16detik. Mesin SL 500 berkonfigurasi V-B berkapasitas 4.966cc. Dari mesin ini dapat dihasilkan tenaga sebesar 306tk pada 4.500rpm. Sementara torsinya sebesar 46ONml2.70Orpm. Waktu yang dicatat pabrik untuk berakselerasi 01OOkm/jam adalah 6,3detik. Sementara konsumsi bahan bakarnya mencapai 12,7liter per 100km. Demi keselamatan penumpang maka, standar keselamatan diterapkan pada SL 500. Misal batangan penyangga kepala (roll-over ba) yang muncul secara otomatis saat sensor menangkap mobil akan terguling. Selain itu ABS yang berdampingan dengan brake asstst ataupun sistem kontrol stabilitas yang juga meliputi penjaga keselamatan selama menikung.

Sabtu, 05 Januari 2013

Toyota Grand New Corolla Altis 1.8G

Toyota dikenal sebagai produsen dengan pola pikir konservatif. Bukannya malas melakukan pengembangan, namun mereka sangat selektif dan berpikir parjang untuk mencantumkan teknologi baru dalam produk lansirannya Makanya teknologi transmisi otomatis Super ECT 4-speed menjadi andaIan selama bertahun-tahun, sedangkan rivalnya telah mengembangkan model lebih advanced. Dan tahun ini sepertinya dijadikan momentum bagi Toyota untuk memperkenalkan inovasi mereka. Tak mau setengah hati, transmisi konvensional berbasis roda gigi ditanggalkan dan diganti sabuk baja alias CVT dengan 7 rasio sabuk Dan Corolla AItis mendapat kehormatan menjadi Toyota regional Asia Tenggara pertama yang menggunakannya.

Penggunaan sabuk CVT memberikan kemudahan untuk memberikan alternatif perbandingan yang paIing sesuai. Inilah mengapa ratio gigi 2 sampai 6 tidak memiliki perbandingan tetap. Angkanya berubah sesuai kebutuhan dan diatur komputer mesin. Hanva 1 yang berada di 2,386 dan 7 pada 0,411. Sedangkan final gear pada 5.356   Teknologi yang diusung CVT Toyota terbilang canggih. Ia mampu merekam karakter mengemudi dan selanjutnya memberikan rasio sabuk terbaik sesuai input pengemudi. Rentang waktu perpindahan pun dapat diatur sesuai kebutuhan, Bisa cepat dan halus saat santai atau ditahan hingga redline saat full throttle.

Makanya Altis terbaru bisa memiliki dua karakter berkendara. Halus dan santai saat berkendara di kepadatan jalan, namun ia juga bisa berubah agesif ketika pedal gas diinjak habis. Upaya memanjakan pengemudi semakin diakomodir dengan pengembangan di sektor mesin. Corolla Altis 1.8G   telah mengikuti jejak Corolla 2.0 dengan menggunakan teknologi Dual WI-i. Teknologi ini mengatur waku buka dan tutup katup masuk dan buang sesuai beban kerja mesin. Paduan dua teknologi baru di atas menciptakan Corolla yang kian asyik saat dikemudikan. Kendati demikian, DNA Corolla bukanlah sebagai pemuja kecepatan sejati. Itulah mengapa akselerasi 0-100 km/jam masih kalah dari rivalnya.  Sama halnya dengan kenyamanan.

Adalah trademark Corolla untuk terus menyajikan kenyamanan berkendara terbaik bagi pengemudi dan penumpang belakang. Oleh sebab itu bantingan suspensi Corolla menjadi yang terbaik di sini. Imbas dari lembutnya suspensi, nilai Noise, Vibration dan Harsh Corolla layak diacungi jempol. Efek negatifrrya jelas pada pengendalian. Corolla Altis 1.8G  bukanlah sedan yang menyenangkan ketika diajak manuver ekstrem. Kelincahannya semakin berkurang dengan digunakannya power steering elektrik Karena ringan, komunikasi dengan ban agak sulit dilakukan saat olah kemudi agresif. Kenyamanan berkendara dijaga oleh tampilan kabin roomy. Meski bukan yang terlega, tapi memberikan rasa nyaman. Desain dalam nyaris tidak berubah dari Altis lama Namun penggantian panel instrumen lebih sporty cukup menggugah selera. yang menarik dari panel ini adalah disediakannya bar yang menunjukkan besar injakan pedal gas ala Toyota Prius.

 Efisiensi berkendara juga dijaga dengan menyaIanya logo ECO saat Anda mengemudi ekonomis. Tampilan luar juga nyaris tanpa ubahan. Terkesan konservatif. Kendati demikian tetap terlihat elegan dan berkelas. Berubah bentuknya sisi bawah profil lampu memberi kesan gagah. Sementara foglamp turut berubah bentuk dan mengingatkan pada prius.  Buritan nampak cantik dengan berubahnya lampu rem menjadi bening. Liskrom cantik diperpanjang hingga menyentuh Iampu dan memberi nuansa lebar. Sementara desain lampu kucing diubah dari bulat menjadi persegi. Toyota dikenal cukup royal dalam memberikan fitur. Sebut saja tombol Start/Stop Engine yang menjadi satu paket dengan smart entry. Sama halnya dengan kepraktisan dengan berlimpahnya ruang penyimpanan. Berpadu dengan pengembangan mesin, sanggupkah Corolla mengalahkan hegemoni Civic?

Selasa, 01 Januari 2013

VW Golf TSI 1.4

Bagi pengemudi antusias. VW Golf GTI menjadi salah satu ikon mobil impian. Meski aura kencang tidak tampak pada desain bodi, namun menyimpan potensi yang  begitu dahsyat. Dan kini, Volkswagen menyediakan potensi yang hampir mirip dengan jubah TSI. Atas undangan eksklusif yang datang ke meja redaksi dari PT Garuda Mataram Motor selaku ATPM Volkswagen di lndonesia, tentu Auto Bild lndonesia tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Perjalanan menantang siap memuaskan andrenalin tester terhadap tipe Golf terbaru ini. 

Start dari markas VW di jalan MT Haryono, Jakarta, unit berkelir putih  langsung melibas jalan bebas hambatan menuju Subang. Dalam tahap ini, kami masih melakukan penyesuaian dengan beragam fitur yang disematkan seperti pengoperasian paddle shift, tombol audio, AC dan lainnya. Lalu rute berkelok siap menghadang hingga menuju kota kembang, Bandung via Lembang. Di sinilah kami mulai merasakan performa yang ditawarkan Golf. Dapur pacu 1.390 cc 4 silinder yang disuntik supercharged dan turbo. Tak peduli dengan tenaga sebesar 160 dk, kami lebih merasakan sensasi dari torsi 240 Nm yang dihasilkan sejak 2.000 rpm. Jalan menanjak yang cenderung bergelombang, kerap membuat indikator kontrol traksi berkedip di dasbor saat pedal gas diinjak spontan. Kian asyik, VW telah menyematkan transmisi dual clutch terbaru mereka. Selain menggunakan tipe kopling kering, transmisi ini memiliki 7 gears ratio. Alhasil, tenaga kian tersalur sempurna. Komunikasi ban dengan kemudi pun berlangsung baik. Saat melahap tikungan cepat, kemampuan ban masih mampu dirasakan pengemudi, meski kontrol kestabilan yang menjadi fitur standar TSI belum sempat mengambil alih.

 Pun begitu dengan   akurasi kemudi, Golf mampu bereaksi cepat, meski belum sebaik GTI. Disinyalir ini disebabkan oleh ban yang memiliki ukuran 205/55 R16. Penggunaan paddle shift perlu waktu adaptasi yang cukup lama. Bila tak terbiasa, bersiaplah untuk diprotes oleh penumpang lainnya karena cara berkendara yang menjadi kasar. Lalu tuas transmisi pun kami pindah ke Sport Mode. Hasilnya cukup memuaskan. Komputer begitu pintar membaca beragam kebutuhan jalan dan pengemudi, seperti saat di jalan menurun dan pedal rem diinjak sesaat, posisi gigi akan Iangsung berpindah ke lebih rendah. Memasuki Kota Kembang, kepadatan lalu lintas mulai menghadang. Dalam mode D (Drive), TSI mampu diajak bersopan santun dengan pengendara Iain. Perpindahan gigi berlang   sung smooth sehingga tak tersirat tenaga dahsyat di balik kap mesinnya. Setelah beristirahat sejenak sambil menunggu lalu lintas lenggang, kami segera memutuskan untuk  kembali ke )akarta via tol. Inilah waktu untuk menguras tenaga mesin secara maksimal. Spidometer pun kerap menyentuh angka 200 km/jam berkali-kali. Semakin 'pede', Golf TSI memberikan kemampuan rem prima. Meski akhirnya, kami harus menembus cara berkendara ini dengan angka konsumsi bbm di MID hanya 9,6 km/I. Dengan desain bodi pipih dengan guratan Golf Scirocco, TSI memang menjadi langkah tepat untuk konsumen tanah air yang merasakan sensasi khas Golf. Apalagi harga yang ditawarkan dapat menjadi batu loncatan, sebelum memiliki GTI atau Scirocco. 1

Senin, 31 Desember 2012

MERCEDES BENZ GL 350 CDI

Bangsa Jerman terkenal dengan kemampuan rekayasa tekniknya Dan Mercedes-Benz memperlakukan atau mempertontonkan MERCEDES BENZ  GL 350 CDI dengan cara serupa. Lihat saja bagaimana seantero kabinnya dipenuhi perangkat dengan kinerja elektronik dan bercita rasa premium. Tak heran jika MERCEDES BENZ  GL 350 CDI layak menjadi salah satu SUV paling modern yang pernah kami coba. Tak hanya jok, komponen lain seperti sunroof, mekanisme pelipatan jok baris ketiga, pintu bagasi, hingga suspensi udara dikendalikan oleh modul elektronik canggih.

Anda diberi kuasa untuk mengatur semuanya melalui tombol-tombol yang tersusun rapi di kabinnya. Kondisi ini amat kontras dengan saudaranya G 300 CDI yang kami tes pada saat nyaris bersamaan. Pada model yang akrab disebut jip Mercy ini hampir semua alat berfungsi secara manual menggunakan tenaga manusia,  Kembali ke GL-Class. Bagi yang belum terbiasa, mengendarai MERCEDES BENZ GL 350 CDI sekilas terkesan rumit, tapi sejatinya semua itu tersadur dalam sistem operasional yang cukup intuitif. Begitu pula dengan simbol-simbol di tombol, sehingga memudahkan penggunanya. Posisi jok pengemudi yang terbilang tinggi membuat visibilitas ke segala arah menjadi jelas, baik ke dalam mapupun keluar kabin.

Hal ini saja sudah jadi kelebihan mengingat GL memiliki tubuh bongsor dengan panjang 5,1 meter dan lebar mencapai 2,2 meter. Namun Anda tak perlu khawatir saat melakukan parkir mundur, karena  manuver akan tertolong oleh kamera parkir yang aktif secara otomatis ketika tuas transmisi dipindahkan ke posisi R. Kemewahan dan kenyamanan adalah teritorinya.  Hampir seluruh bagian interior terbungkus kulit tak hanya jok dan doortrim, tapi juga sampai ke dasbor. Distribusi AC merata berkat blower di depan bangku tengah dan blower untuk kursi di baris ketiga yang bercokol di atap. Sementara itu sunroof yang terdapat di atas bangku baris pertama dan kedua membuat kabin lebih berkesan luas.


Total ada tiga layar monitor untuk menampilkan film dari DVD sebagai sarana hiburan bagi penumpang di MERCEDES BENZ GL 350 CDI. Fokus hiburan bagi penumpang ini tampak dari penempatan player DVD di bawah blower AC tengah.  Meski dimensinya besar dan gagah, namun nilai aerodinamikanya tetap baik dengan coeficient of drag hanya 0,36. Untuk berakselerasi dari kondisi diam hingga kecepatan 100 km/jam GL 350 CDI membutuhkan 9,6 detik. Dan transmisi otomatisnya bekerja halus untuk membawanya berlari hingga kecepatan puncak di 210 km/ jam.

Lebih mengasyikkan karena tingkat kekerasan    suspensi dapat diatur melalui tombol yang tersemat di panel dasbor, dengan pilihan Sport atau Comfort. Meski ganas di aspal, bukan berarti GL loyo di tanah becek. Suspensi udara membuatnya mampu menyesuaikan diri dengan berbagai lintasan. Yaitu dengan pengatur ketinggian yang tersedia dalam 3 tingkatan. Ditambah dengan approach angle yang mencapai 32 dan departure angle di 27 derajat. Varian GL-Class yang satu ini menggunakan mesin diesel berkonfigurasi V6 2.987 cc dengan turbo dan intercooler.

Mesin ini mampu menghasilkan tenaga 211 dk pada 3.400 rpm dan torsi 540 Nm di rentang  1.600-2.400 rpm. Di lahan pengetesan, kami beberapa kali melakukan flat out menginjak pedal gas sampai rata ke lantai. Dan seketika itu juga lecutan torsinya yang melimpah membuat badan terhempas ke sandaran jok. Kami sadar sepenuhnya bahwa MERCEDES BENZ GL 350 CDI adalah sebuah SUV berbadan besar yang sanggup 'menelan' tujuh orang dengan sangat nyaman. Dan seluruh teknologi canggih yang dimiliki berhasil menjinakkan karakternya hingga lebih mudah dikendalikan. Satu hal yang pasti. SUV premium ini memiliki semua yang di dibutuhkan untuk berkendara dengan nyaman, aman, dan berkelas. 

 FIRST OPINION
Hampir pasti, SUV semewah mercedes BENZ GL 350 CDI tak akan Anda gunakan menembus medan berlumpur, namun potensinya di medan off-road akan membuat Anda percaya diri kalau sekadar melibas jalur luar kota beraspal jelek. Tongkrongannya yang besar dan gagah menyempurnakan emblem bintang tiga sudut sebagai pemuas gengsi.  suspensi dapat diatur melalui tornbol yang tersemat di panel dasbor, dengan pilihan Sport atau Comfort.

Meski ganas di aspal, bukan berarti GL loyo di tanah becek. Suspensi udara membuatnya mampu menyesuaikan diri dengan berbagai lintasan. Yaitu dengan pengatur ketinggian yang tersedia dalam 3 tingkatan. Ditambah dengan approach angle yang mencapai 32 dan departure angle di 27 derajat. Varian GL-Class yang satu ini menggunakan mesin diesel berkonfigurasi V6 2.987 cc dengan turbo dan intercooler. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga 211 dk pada 3.400 rpm dan torsi 540 Nm di rentang  1.600-2.400 rpm.

Di lahan pengetesan, kami beberapa kali melakukan flat out menginjak pedal gas sampai rata ke lantai. Dan seketika itu juga lecutan torsinya yang melimpah membuat badan terhempas ke sandaran jok. Kami sadar sepenuhnya bahwa MERCEDES BENZ GL 350 CDI adalah sebuah SUV berbadan besar yang sanggup 'menelan' tujuh orang dengan sangat nyaman. Dan seluruh teknologi canggih yang dimiliki berhasil menjinakkan karakternya hingga lebih mudah dikendalikan. Satu hal yang pasti. SUV premium ini memiliki semua yang di dibutuhkan untuk berkendara dengan nyaman, aman, dan berkelas. 

Minggu, 30 Desember 2012

CHEVROLET ORLANDO, MPV dari Chevrolet

Tampaknya chevrolet kini sudah melirik belahan dunia lain untuk memproduksi sebuah transporter. Setelah sukses dengan Captiva dalam segmen mobil keluarga, kini kehadiran Chevrolet Orlando bisa dijadikan pilihan lain untuk keluarga.  Dan MpV menjadi opsi. Pasar Eropa dan Asia cenderung memilih MpV karena kapasitas yang besar serta kepraktisan yang ditawarkan. Untuk itulah Chevrolet serius menggarap Chevrolet Orlando yang notabene tidak melirik pasar Amerika untuk meraup pundi. Sejak kehadiran Orlando Concept beberapa tahun silam di Paris Motor Show, kini versi produksinya juga akan diperkenalkan   Di Amerika pasar MpV tilak terlalu bagus, biasanya masyarakat Negeri paman iam itu melirik SUV atau mobil-mobil besar. Namun etelah krisis finansial 2009 dan keterpurukan ekonomi Amerika, maka harus ada Pilihan Iain memproduksi mobil yang dapat digunaan worldwide.  

Secara keseluruhan desain memang sama karena memang mengambil sasis yang sama tentunya, hanya saja varian konsep lebih kekar dan mature dibandingkan dengan versi produksi yang seolah memang dikhususkan untuk keluarga. Mungkin Anda ingat Chevrolet Captiva dan S3X Concept. Seandainya Captiva memiliki Waiah macho seperti konsepnya, bisa jadi  lebih banyak konsumen yang akan meminangnya. Tapi toh, Chevrolet Orlando versi produksi masih memberikan desain yang ciamik dengan garis tegas yang memperlihatkan ruang lapang di interior.

Bagian depan sepintas sama dengan Captiva dan Cruze dengan gril terbelah oleh logo di tengahnya. Lampu besarnya memberikan rasa aman dengan sinar yang lebih lebar.  Dari samping terlihat bentuk bodi yang boxy, terutama pilar-D yang mengotak. Hal ini menunjukkan ruang kepala yang lega untuk penumpang baris ketiga.Bila mengambil sasis Cruze, maka sumbu rodanya tidak akan jauh dari 2.658-2.700 mm, sementara Toyota Kijang Innova memiliki sumbu roda 2.750 mm.  Lalu bagaimana dengan rencana produksi MPV 7-seater di Indonesia? Apakah Orlando jawabannya? Atau setelah Orlando akan ada lagi MPV yang lebih ramah harga? Kita nantikan saja kejutan Chevrolet untuk Indonesia.

Sabtu, 29 Desember 2012

HYUNDAI I20

 Selera memang jadi preferensi pribadi. Hyundai pun berusaha bertahan dengan desain berselera Eropa untuk pada produkproduknya. Termasuk i20 yang bertempur di kelas dengan persaingan yang begitu ketat. Sekaligus melanjutkan tradisi yang telah terbentuk oleh model yang digantikannya, Getz. Bersaing di kelas Compact Hatchback, Hyundai i20 hadir dengan harga paling terjangkau di trio Jazz,Mazda, dan Hyundai i20. Varian SG bertransmisi otomatis  yang diadu di Tes Jalan ini dibanderol Rp 190 juta.

 Ia lebih murah Rp 10 juta dari Mazda2 dan Rp 31,5 juta dengan Honda Jazz. Tapi apakah harga yang lebih terjangkau itu membuat i20 lebih memikat? Melihat sosoknya, memang, i20 tidak seagresif dua rivalnya. Tampilannya lebih kalem, walau dilengkapi pelek alloy 16 inci bermotif jaring yang sporty, plus ban berprofil tipis. Dengan desain yang membulat baik di depan maupun di buritan, i20 tentu memberi karakter lebih elegan bagi pemiliknya. Begitu pula pada desain interiornya. Kelir interior berwarna two-tone terlihat elegan dengan beberapa penggunaan plastik bermotif. Yang menarik adalah motif pada pelapis joknya yang atraktif. 

Namun sayangnya, busa sandaran jok unit tes kami ini sudah kempot. Sehingga rangka jok cukup terasa di punggung. Sebaliknya,posisi mengemudinya mantap. Ditunjang pengaturan setir reach dan rake, memudahkan untuk mendapatkan posisi  mengemudi yang pas. Seperti kedua rivalnya, i20 juga menggunakan sistem electric power steering. Namun kemudinya terasa lebih berbobot, tidak seenteng Mazda2. Kondisi ini lebih memberi keyakinan pengemudi. Soal kepraktisan, Compact Hatchback Hyundai i20 ini cukup baik dengan3 cup holder dan I0 penyimpanan. Namun ia harus men gakui fleksibilitas pelipatan bangku belakang serta ruang bagasi milik Jazz. 


Walau ruang bagasinya dengan bibir yang cukup rendah, lebih lega dari Mazda2.  Bangku belakang Hyundai i20 juga memberi ruang kepala yang memadai. Tapi terbentur pada ruang kaki yang terbatas. Kondisi ini menjadi kebalikan dari yang ada pada Mazda2. Mengingat harganya, i20 bisa berbicara lantang di trio ini. Sebut saja, sunroof yang tidak hadir di dua rivalnya di tes ini. Lalu ada Multi lnformation Display (MID) yang memuat beragam data performa mobil, foglamp, tombol pengatur audio di setir, head unit terintegrasi, koneksi iPod dan aux-in, airbag, rem ABS+EBD serta auto door lock. Sebuah Compact Hatchback juga harus fun to drive. Handling i20 tergolong tajam. Terasa ketika bermain di kepadatan lalu lintas. Mirip seperti Mazda2 dan Jazz, bantingan Hyundai i20 juga agak keras tapi hal itu mengurangi limbung berlebih saat manuver. 

Terlebih ia memakai ban 16 inci dan cengkeraman ban membuatnya lincah saat menikung cepat. Meski di jalan bergelombang, bodi dan pengendaliannya terasa gugup. Namun sayangnya kelincahan i20 kurang didukung performa akselerasi dari mesin 1.396 cc 4 silinder 100 dk yang berpasangan dengan transmisi otomatis 4-speed. Untuk akselerasi 0100 km/jam dengan 14,05 detik, i20 harus mengakui kemampuan dua rivalnya yang memiliki kapasitas mesin lebih besar. Ia lebih pelan 3,55 detik dari yang tercepat yakni Jazz. Sebaliknya konsumsi bbm-nya dapat mengimbangi padahal bobot lebih besar dan tenaga mesin lebih kecil. Mobil ini cukup hemat dengan I7,86 km/liter untuk rute jalan bebas hambatan dan di rute dalam kota dengan 9,6 km/liter. Nah, selain harga yang paling terjangkau, Hyundai i20 juga memiliki daya pikat kuat di sektor lain. Namun apakah hal itu cukup untuk menundukkan dua rivalnya ini?