Selasa, 01 Januari 2013

VW Golf TSI 1.4

Bagi pengemudi antusias. VW Golf GTI menjadi salah satu ikon mobil impian. Meski aura kencang tidak tampak pada desain bodi, namun menyimpan potensi yang  begitu dahsyat. Dan kini, Volkswagen menyediakan potensi yang hampir mirip dengan jubah TSI. Atas undangan eksklusif yang datang ke meja redaksi dari PT Garuda Mataram Motor selaku ATPM Volkswagen di lndonesia, tentu Auto Bild lndonesia tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Perjalanan menantang siap memuaskan andrenalin tester terhadap tipe Golf terbaru ini. 

Start dari markas VW di jalan MT Haryono, Jakarta, unit berkelir putih  langsung melibas jalan bebas hambatan menuju Subang. Dalam tahap ini, kami masih melakukan penyesuaian dengan beragam fitur yang disematkan seperti pengoperasian paddle shift, tombol audio, AC dan lainnya. Lalu rute berkelok siap menghadang hingga menuju kota kembang, Bandung via Lembang. Di sinilah kami mulai merasakan performa yang ditawarkan Golf. Dapur pacu 1.390 cc 4 silinder yang disuntik supercharged dan turbo. Tak peduli dengan tenaga sebesar 160 dk, kami lebih merasakan sensasi dari torsi 240 Nm yang dihasilkan sejak 2.000 rpm. Jalan menanjak yang cenderung bergelombang, kerap membuat indikator kontrol traksi berkedip di dasbor saat pedal gas diinjak spontan. Kian asyik, VW telah menyematkan transmisi dual clutch terbaru mereka. Selain menggunakan tipe kopling kering, transmisi ini memiliki 7 gears ratio. Alhasil, tenaga kian tersalur sempurna. Komunikasi ban dengan kemudi pun berlangsung baik. Saat melahap tikungan cepat, kemampuan ban masih mampu dirasakan pengemudi, meski kontrol kestabilan yang menjadi fitur standar TSI belum sempat mengambil alih.

 Pun begitu dengan   akurasi kemudi, Golf mampu bereaksi cepat, meski belum sebaik GTI. Disinyalir ini disebabkan oleh ban yang memiliki ukuran 205/55 R16. Penggunaan paddle shift perlu waktu adaptasi yang cukup lama. Bila tak terbiasa, bersiaplah untuk diprotes oleh penumpang lainnya karena cara berkendara yang menjadi kasar. Lalu tuas transmisi pun kami pindah ke Sport Mode. Hasilnya cukup memuaskan. Komputer begitu pintar membaca beragam kebutuhan jalan dan pengemudi, seperti saat di jalan menurun dan pedal rem diinjak sesaat, posisi gigi akan Iangsung berpindah ke lebih rendah. Memasuki Kota Kembang, kepadatan lalu lintas mulai menghadang. Dalam mode D (Drive), TSI mampu diajak bersopan santun dengan pengendara Iain. Perpindahan gigi berlang   sung smooth sehingga tak tersirat tenaga dahsyat di balik kap mesinnya. Setelah beristirahat sejenak sambil menunggu lalu lintas lenggang, kami segera memutuskan untuk  kembali ke )akarta via tol. Inilah waktu untuk menguras tenaga mesin secara maksimal. Spidometer pun kerap menyentuh angka 200 km/jam berkali-kali. Semakin 'pede', Golf TSI memberikan kemampuan rem prima. Meski akhirnya, kami harus menembus cara berkendara ini dengan angka konsumsi bbm di MID hanya 9,6 km/I. Dengan desain bodi pipih dengan guratan Golf Scirocco, TSI memang menjadi langkah tepat untuk konsumen tanah air yang merasakan sensasi khas Golf. Apalagi harga yang ditawarkan dapat menjadi batu loncatan, sebelum memiliki GTI atau Scirocco. 1

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar